Imam Malik dan Kitab al Muwathatha

Imam Malik adalah tokoh terkenal pendiri Mazhab Maliki yang juga merupakan ahli dalam bidang ilmu fikih dan hadis. Terlahir di Madinah tahun 711 M/ 90H, ulama bernama asli Malik bin Anas binn Malik bin Amr al-Asbani ini merupakan salah satu tokoh yang banyak dikagumi oleh murid-muridnya saat menjadi seorang guru. Imam Malik merupakan seorang yang sangat cerdas dan memiliki ketajaman memori yang luar biasa. Pernah suatu ketika seorang gurunya membacakan 31 hadis Rasulullah SAW kemudian Imam Malik mampu mengulangnya dengan sempurna hanya lewat pendengaran.

Kitab Karya Imam Malik

Semasa hidupnya, Imam Malik menyusun banyak sekali hadis fikih dan pandai dalam ilmu penafsiran. Walaupun memiliki kecerdasan yang luar biasa, Imam Malik tidak pernah mau mengeluarkan fatwa pada sesutu yang belum pernah terjadi, beliau hanya fokus berfatwa pada kejadian-kejadian yang sudah terbukti terjadi. Kitab pertama Imam Malik sekaligus menjadi salah satu karya terbaiknya adalah Al Muwathatha yang ia susun selama 40 tahun. Segala keilmuan fikih yang terkadung di dalam hadis tersebut merupakan buah tafsir Alquran yang memiliki sumber kuat.

Kitab al Muwaththa mengandung sejumlah 100.000 hadis dengan kolaborasi lebih dari seribu orang. Karena banyaknya hadis dan periwayatnya, Al Mutawththa kemudian tersebar  ke dalam 30 naskah yang berbeda, dimana hanya 20 diantaranya yang sangat terkenal. Salah satu hadis yang paling banyak disukai dan diikuti adalah hasil riwayat Yahya bin Yahyah al Laitsi al Andalusi Al mashmudi.

Wafatnya Imam Malik

Sebelum wafat, Imam Malik sempat banyak dicari oleh jamaah Masjid Nabawi, karena sudah beberapa waktu mereka tidak mendapati Imam Malik bersembahyang di masjid. Ternyata, Imam Malik mengakui jika dirinya mengalami masalah buang air kecil sehingga sulit untuk mengunjungi masjid kala itu. Hingga akhirnya Imam Malik wafat pada hari Minggu, 10 Rabiul Awal 179 H.

Sebelum kepergiannya, Imam Malik berwasiat bahwa beliau ingin dimakamkan dengan kafan putih dan dishalati di atas keranda. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Hasyimi selaku Gubernur Madinah yang memimpin jalannya shalat jenazah Imam Malik.

Berita wafatnya Imam Malik, salah satu ulama hadis tersohor menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia dan menyisakan duka mendalam bagi seluruh umat Muslim di dunia. Semua berdoa semoga amal ibadah beliay diterima di sisi Allah SWT, aamiin.

Demikian adalah cerita singkat tentang Imam Malik, tokoh ulama hadis termashyur yang namanya masih dikenang dan karya-karya masih digunakan sebagai panduan ilmu pengetahuan Islam oleh seluruh umat Muslim di dunia. Berkat kontribusi beliau, menambah sudah ilmu pengetahuan para muslim. Anda dapat mengakses lebih banyak kisah para ulama melalui website hasana.id.