Kenali Gejala pada Mata Silinder

Mata silinder atau yang dalam istilah medisnya astigmatisma merupakan masalah pada bagian mata karena bentuk kornea mata yang dimiliki tidak memiliki lengkungan yang sempurna. Pada umumnya, mata yang normal memiliki permukaan kornea yang memiliki kelengkungan yang merata sehingga ketika cahaya datang, cahaya tersebut akan tersebar merata dan memberikan penglihatan yang jelas. Namun pada mereka yang memiliki mata tidak bulat sempurna, cahaya yang masuk tidak tersebar merata di seluruh bagian mata. Alhasil, penghilatan yang didapat akan menjadi buram dan tidak fokus. Perlu diketahui, astimga atau lebih populer dikenal sebagai mata silinder disebabkan karena kelengkungan yang tidak sempurna pada korne dan lensa mata. Banyak pakar kesehatan yang menyebut penyebab kelainan ini berasal dari bawaan sejak lahir, namun tidak sedikit juga yang menyebut kelainan ini berkembang karena penyebab lain seperti cedera mata, penyakit mata serta dampak setelah operasi mata.

Keratoconus juga dinilai sebagai penyebab mata silinder. Keratoconus sendiri adalah gangguan kesehatan yang membuat kornea semakin menipis dan berbentuk menjadi lebih kerucut. Selain beberapa penyebab yang telah disebut, mungkin anda juga pernah mendengar beberapa mitos yang menyebabkan silinder pada mata. Beberapa mitos tersebut yaitu seperti membaca dalam cahaya yang redup, menonton televisi dalam jarak yang sangat dekat, bermain hp atau komputer di ruangan yang gelap, dan lain sebagainya. Namun apabila ditinjau lebih jauh, beberapa mitos tadi merupakan isapan jempol belaka.

www.pexels.com

Gejala dan Ciri Mata Silinder

Gejala mata silinder atau astigmatisme biasanya dialami pada satu mata, namun tidak menutup kemungkinan apabila bisa terjadi pada keduanya. Selain sering terjadi pada satu mata, astigmatisme juga biasanya menyertai rabun jauh (miopia) dan rabun dekat (hiperopia).

  1. Rabun jauh (miopi). Di mana kondisi ini menyebabkan kornea terlalu melengkung atau mata menjadi lebih panjang dari umumnya. Reaksi yang ditimbulkan pada kondisi ini yaitu penglihatan yang kabur untuk objek yang jauh.
  2. Rabun dekat (hiperopia). Di mana kondisi ini menyebabkan kornea menjadi terlalu sediit melengkung atau mata menjadi lebih pendek dari umumnya. Reaksi yang ditimbulkan pada kondisi ini yaitu penglihatan yang kabur untuk objek yang dekat.

Pada kasus yang cukup ringan, astigmatisme biasanya tidak menunjukkan gejala yang mencolok. Reaksi yang terjadi biasanya hanya penglihatan sedikit kabur atau buram. Namun pada pada penderita yang parah, gejala yang ditimbulkan dapat berupa penglihatan yang buram pada jarak dekat maupun jauh. Selain gejala pada penglihatan yang buram, penderita juga dapat mengalami gangguan sakit kepala, mata lelah, dan penglihatan yang tidak stabil.

Sebelum mendiagnosis apakah mata silinder atau tidak, sebelumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan mata terlebih dahulu. Adapun pemeriksaan yang dilakukan yaitu dengan tes penglihatan. Pertama dokter akan meminta pasien untuk membaca huruf yang disediakan. Tes tersebut dilakukan untuk mengukur seberapa tajam penglihatan pasien. Cara yang kedua yaitu dengan mengukur kelengkungan kornea. Dokter akan menggunakan keratometer untuk bisa mengukur kelengkungan pada permukaan kornea. Dan untuk cara yang terakhir yaitu dengan menggunakan tes untuk megukur fokus cahaya.

www.pexels.com

Pengobatan Mata Silinder

Apabila anda merasakan beberapa gejala kelainan mata silinder, segera konsultasikan keluhan anda tersebut kepada dokter pengobatan mata. Biasanya, penderita mata silinder dapat ditangani dengan menggunakan kacamata atau lensa otak. Namun apabila silinder masih dalam tingkat yang ringan, pasien tidak butuh menggunakan alat bantu tersebut. Dalam pengobatan penderita mata silinder, ada tiga metode atau cara yang cukup populer. Ketiga cara tersebut yaitu dengan menggunakan alat bantu kacamata, lensa kontak serta operasi atau pembedahan.

  1. Menggunakan alat bantu kacamata atau lensa kontak. Pada kacamata khusus penderita mata silinder, anda dan pasien akan menjumpai desain melengkung untuk menangkal penglihatan yang terlihat kabur. Sekarang ini, ada juga kontak khusus bagi mata silinder yang biasa dikenal dengan toric. Dengan menggunakan lensa ini, cahaya yang diterima mata dapat dibelokkan secara benar ke arah mata. Perlu diingat, kacamata dan lensa kontak tidak akan menghilangkan silinder pada mata. Kedua alat bantu ini hanya akan membantu kemampuan penglihatan pasien.
  2. Lasik (Layer Assisted in situ Keratomileusis). Pada dasarnya, metode lasik adalah prosedur bedah yang digunakan pada penderita rabun jauh. Namun dengan seiring perkembangannya, Lasik ini sendiri sudah dapat diterapkan pada penderita rabun dekat dan mata silinder. Dengan prosedur ini, dokter akan menciptakan flap (pembukaan lapisan) tipis di bagian kornea. Pembukaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pisau atau laser. Walau sudah banyak orang yang telah melalukan prosedur ini, tidak sedikit juga pasien atau penderita yang tidak bisa melakukannya. Sekitar 30 persen pasien ditolak untuk melakukan operasi Lasik karena berbagai macam alasan.
  3. Lasek (Laser Assisted Subepithelial Keratomileusis). Cara ini merupakan prosedur khusus untuk penderita mata silinder. Dalam penerapannya, lapisan kornea yang lebih tipis dilipat ke belakang. Prosedur ini juga sangat tepat bagi penderita yang memiliki kornea yang tipis.
  4. Photorefractive Keratoctomy (PRK). Berbeda dengan prosedur sebelumnya, PRK ini biasanya diterapkan untuk memperbaiki penderita yang mengalami kelainan rabun jauh, rabun dekat, maupun mata silinder ringan hingga sedang. Selam operasi PRK berlangsung, ahli bedah akan menggunakan laser dalam upaya pembentukan kembali kornea.
  5. AK atau LRI (Astigmatic Keratomy). Perlu diketahui, AK adalah prosedur pembedahan yang digunakan untuk memperbaiki mata silinder. Pada penerapannya, prosedur yang dilakukan yaitu dnegan membuat satu atau dua sayatan pada bagian kornea yang paling curam. Operasi ini dapat dilakukan sendiri atau juga bisa digabung dengan prosedur PRK, Lasik, atau RK.
www.pexels.com

Walau mata silinder tidak akan sembuh tanpa tindakan operasi, kondisi silinder dapat dijaga agar tidak menjadi parah. Apabila anda memiliki deep set eyes dengan mata yang silinder, perhatikan tingkat stres anda. Terbukti, tinggnya stres pada bagian mata dapat memperburuk pada penderita mata silinder. Untuk mencegah agar tidak semakin parah, setiap penderita sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut. Hal pertama yang perlu diperhatikan yaitu selalu memberikan waktu pada mata untuk beristirahat. Apabila anda seorang pekerja yang rutin menghadap komputer, cobalah untuk menerapkan 20-20-20. Hal yang kedua yaitu berkedip. Berkedip dinilai dapat mengurangi stres pada mata, selain itu berkedip juga dapat mencegah mata menjadi kering. Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah pencahayaan. Pencahayaan buruk, baik kurang atau kelebihan cahaya dapat membuat mata menjadi tegang karena terlalu fokus. Oleh sebab itu, biasakan untuk menggunakan lampu LED yang cukup terang sewaktu anda melakukan bekerja atau beraktivitas. Mata adalah salah satu organ yang cukup penting, oleh sebab itu lebih baik menjaga dan merawatnya agar bisa selalu sehat dan tidak terjadi gangguan yang lebih parah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *