Rumah Kontrakan Sebagai Solusi Tempat Tinggal Masa Kini

Rumah merupakan tempat yang nyaman. Ke manapun kita pergi, nantinya rumah akan tetap menjadi tempat yang akan selalu kita datangi. Rumah identik dengan tempat tinggal. Namun selain rumah, tempat tinggal dapat juga berwujud tempat berteduh atau struktur lain. Sedangkan dalam arti khusus, rumah mengacu kepada konsep-konsep sosial kemasyarakatan dan kekeluargaan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain. Rumah juga dapat membuat hati lebih hangat karena di rumah kita bisa mempererat hubungan dengan keluarga. Biasanya setiap hari Senin sampai Jumat kita sudah lelah karena pekerjaan tetapi tetap ingin bersantai dengan keluarga. Bersantai dan memiliki family time tidak harus dengan pergi jalan-jalan ke luar, kok. Bisa bersantai dengan keluarga sambil mengobrol di teras depan rumah, menonton TV bersama-sama, atau bahkan melakukan kegiatan berkebun di pekarangan rumah.

Banyak sekali jenis rumah hunian yang terdapat di pasaran. Mulai dari rumah kota, rumah susun, cluster, rumah kontrakan, indekos, sampai apartemen. Rumah kota sering disebut sebagai perumahan atau rumah gandeng. Biasanya di dalam komplek rumah kota ini disedakan fasilitas umum seperti taman, minimarket, pasar, tempat ibadah, maupun fasilitas lain yang dapat digunakan bersama. Rumah ini jenis ini memberikan kenyamanan tingkat tinggi bagi para penghuninya.

Rumah susun biasanya merupakan bangunan gedung yang dibangun secara bertingkat di sebuah lingkungan. Rumah jenis ini bisa juga dikategorikan sebagai apartemen sederhana. Kebanyakan rumah susun yang ada merupakan salah satu program pemerintah sebagai solusi dari urbanisasi. Kebanyakan orang-orang yang berdatangan ke satu kota besar untuk mencari nafkah belum mempunyai hunian tempat tinggal sendiri. Bahkan yang lebih parah, ada yang membangun rumah seadanya di bantaran sungai tercemar dan bantaran rel kereta api dan membuatnya semakin kumuh. Atas dasar itulah pemerintah menyediakkan rumah susun bagi mereka dengan biaya yang relatif terjangkau dengan sistem sewa.

pexels,com

Perumahan cluster merupakan komplek perumahan yang dibangun secara berkelompok di lingkungan tertentu dengan bentuk rumah yang sama. Berbeda dengan rumah kota yang bisa terdiri dari puluhan sampai ratusan rumah, satu unit cluster hanya berisikan paling banyak sampai 10 rumah saja. Perumahan cluster biasanya dibuat sesuai tema, seperti contohnya cluster dengan tema Jepang. Maka hunian cluster tersebut sedikit banyaknya menerapkan desain rumah Jepang. Fasilitas umum seperti minimarket juga disediakan di perumahan tipe ini.

Jenis rumah yang sama-sama menerapkan sistem sewa adalah rumah kontrakan. Rumah kontrakan biasanya dibangun secara berderet dengan rumah kontrakan yang lain. Rumah jenis ini memiliki ukuran yang beragam, bahkan sampai ada yang hanya 3×3 meter saja. Rumah kontrakan biasanya disewakan secara kosong yang berarti calon penghuni harus membawa fasilitas sendiri.

Sama seperti rumah susun dan kontrakan, indekos atau kos-kosan juga menerapkan sistem sewa. Indekos dapat dengan mudah ditemukan di sekitaran universitas atau lingkungan perkantoran. Indekos sendiri merupakan jenis hunian yang berbentuk rumah lalu kemudian diberi sekat atau ruangan. Biasanya indekos dibangun menyatu dengan rumah pemilik indekos. Umumnya, pemilik indekos akan menempati rumah di lantai 1, sedangkan penyewa indekos berada di lantai 2. Fasilitas yang disediakan juga beragam, seperti WiFi, kamar mandi dalam/luar, dapur, bahkan sampai fasilitas parkir.

Jenis hunian tempat tinggal yang terakhir adalah apartemen. Apartemen merupakan bangunan yang dibangun secara vertikal menyerupai gedung tinggi dan menerapkan sistem sewa atau bisa juga dibuat menjadi milik pribadi. Apartemen mirip dengan rumah susun, hanya saja apartemen terlihat lebih mewah dan dibangun di pusat kota yang akses pulang-perginya mudah. Fasilitas yang dimiliki apartemen juga sangat lengkap. Mulai dari gym, minimarket, klinik, kolam renang, baby daycare, sampai fasilitas laundry. Namun dengan harganya yang terbilang cukup fantastis tidak semua orang mampu memiliki hunian yang satu ini.

pexels,com

Pertimbangan Dalam Memilih Rumah Kontrakan

Jika Anda bermimpi ingin segera memiliki hunian rumah pribadi namun masih dalam proses menngumpulkan uang, tinggal sementara waktu sambil tetap menabung di rumah kontrakan dengan harga sewa yang realtif murah jika dibandingkan dengan harga sewa apartemen dapat menjadi solusi yang tepat. Akan tetapi, banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih rumah kontrakan, antara lain:

  1. Kontrakan Bentuk Petak atau Rumah?

Umumnya, terdapat 2 jenis rumah kontrakan yang beredar di pasaran, yaitu kontrakan petak dan kontrakan rumah. Kontrakan petak merupakan jenis yang biasa dibangun secara berderet dan memiliki ukuran yang minimalis. Sedangkan kontrakan rumah merupakan suatu rumah pribadi yang kemudian disewakan oleh pemiliknya. Harga yang ditawarkan antar kedua jenis kontrakan ini memang berbeda, namun harus disesusaikan lagi dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin memiliki privasi, maka kontrakan rumah dapat menjadi pilihan.

  1. Bisa Pindah dengan Mudah

Membeli rumah ketika masih muda di sisi lain dapat menjadi problematik karena banyaknya penawaran pekerjaan yang semakin menggiurkan. Katakanlah Anda sudah membeli rumah di kota A, namun kemudian Anda mendapatkan pekerjaan di kota B dan harus segera pindah dan mau tidak mau Anda harus menjual rumah di kota A sebagai biaya hidup nantinya di kota B. Masalahnya, perkara menjual rumah bukanlah sesuatu yang mudah dan cepat dan tak jarang membutuhkan proses yang lumayan rumit. Lain halnya jika Anda menyewa rumah atatu ngontrak. Anda bisa pindah dengan cepat dan mudah.

  1. Lebih Murah

Dengan UMR yang ditetapkan saat ini dan kebutuhan hidup yang semakin melonjak, sepertinya agak mustahil untuk mendapatkan rumah pribadi di tengah kota yang layak huni. Kendala finansial memang menjadi salah satu alasan mengapa orang banyak yang menyewa rumah. Dengan menyewa rumah, Anda juga bisa sambil perlahan menabung agar bisa membeli rumah pribadi layak huni, dibandingkan harus memaksakan menyicil rumah pribadi yang memberatkan Anda dan membuat Anda bisa terlilit utang dengan bank di kemudian hari.

pexels,com

Tips Agar Tinggal Dengan Nyaman di Rumah Kontrakan

Meskipun dengan luas bangunan yang minimalis dan kemungkinan secara kasat mata terlihat tidak menarik, Anda bisa membuat tinggal di kontrakan menjadi lebih nyaman dengan melakukan hal-hal berikut:

  1. Persiapkan Dana

Tentukan seberapa besar kemampuan finansial Anda untuk menyewa kontrakan. Dana yang dimaksud bukanlah sekedar biaya sewa saja ya, melainkan mencakup seluruhnya seperti biaya listrik, air, TV kabel (jika menggunakan), asuransi, transportasi, makan, sampai biaya tak terduga. Tentukan budget yang sesuai agar tidak terjadi over budget di kemudian hari yang bisa membuat Anda pusing dan bingung sendiri. Jangan lupa untuk mecatat segala pengeluaran dalam sebulan agar bisa menjadi pelajaran dan evaluasi untuk bulan-bulan berikutnya.

  1. Temukan Unit Kontrakan yang Pas

Sebelum memilih kontrakan, pastikan Anda sudah melakukan survey. Di era digital ini tidak susah kok untuk melakukannya. Sudah banyak tersedia situs online maupun aplikasi tentang keberadaan rumah sewa yang budget dan fasilitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

  1. Ajukan Beberapa Pertanyaan

Sebelum maupun sesudah menetapkan kontrakan yang sesuai, pastikan Anda mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemilik kontrakan. Tanyakan hal sekecil apapun itu agar tidak terjadi miskomunikasi di kemudian hari. Hal yang bisa ditanyakan adalah seperti jam malam, peraturan membawa teman, kondisi tetangga dan lingkungan di sekitar kontrakan, dll.

  1. Beri Sentuhan Karakter Pribadi

Salah satu permasalahan yang dihadapi penyewa kontrakan adalah tidak bisa mengecat atau menghiasnya secara permanen. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa menghiasnya dengan menggunakan wallpaper dinding yang mudah dilepas atau dengan memasang pigura foto di dinding agar terlihat lebih berisi. Dengan begini rumah sewa yang semula terlihat ‘kosong’ akan benar-benar terasa seperti rumah milik sendiri. Anda juga bisa menambahkan hiasan gorden atau tirai untuk menambah kesan rumah yang luas. Sudah banyak sekali jasa penjual dan pemasangan gorden dengan desain bermacam-macam yang bisa Anda lihat di mesin pencari Google. Caranya semudah mengetik “gorden [domisili tempat kontrakan Anda berada]” seperti contohnya gorden Malang, gorden daerah Malang, dan lain-lain.

  1. Ganti Perabot Usang

Jika Anda menyewa hunian kontrakan yang sudah memiliki beberapa perabotan rumah tangga, segera periksa perabotan dan fasilitas tersebut secara seksama. Kalau ada perabot yang bermasalah atau rusak, ada beberapa pemilik kontrakan yang bersedia untuk membetulkan atau bahkan menggantinya dengan yang baru. Namun jika tidak, Anda juga bisa menghiasnya dengan memberikan tempelen cutting sticker atau wallpaper untuk menutupi bagian yang rusak. Anda juga bisa melihat-lihat inspirasi living room ideas untuk mendekorasi ruang tamu Anda.

  1. Bersih-bersih Ruangan

Salah satu aktivitas paling vital dan esensial guna membuat segala hunian terasa nyaman adalah dengan membersihkannya. Terlebih untuk hunian kontrakan yang bisa sampai berbulan atau bertahun-tahun ditinggalkan oleh penyewa lamanya. Jika sudah begitu pasti akan banyak sekali kotoran dan debu atau bahkan serangga yang membuat tidak betah untuk tinggal. Maka dari itu selalu bersihkan rumah kontrakan Anda dengan sungguh-sungguh, bisa juga dengan memberikan wewangian seperti kamper atau pengharum ruangan otomatis dengan aroma yang Anda sukai.

pexels,com
  1. Tutupi Lantai dengan Karpet

Selain dinding yang sudah mulai retak, lantai juga bisa menjadi masalah, lho. Meski sudah dibersihkan berulang kali menggunakan cairan pembersih noda paling efektif sekalipun, kotoran membandel masih dapat dengan jelas terlihat. Belum lagi jika ada lantai yang bergelembung atau retak, membuat rumah tersebut semakin jelek saja. Untuk masalah ini, alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menutupi lantai dengan karpet. Jika Anda tidak ingin menggunakan karpet dengan bahan wol atau kain dengan alasan sulit dibersihkan, terdapat karpet graphic dengan jenis loop-phile yang banyak dijual secara meteran. Teksturnya yang mirip seperti kertas membuatnya menjadi lebih mudah dibersihkan dan aman jika terkena tumpahan air. Karpet lantai jenis busa juga bisa dijadikan pilihan karena teksturnya yang agak bervolume dan tidak membuat anggota tubuh sakit ketika melakukan kontak langsung dengan karpet.

Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika Anda ingin menyewa rumah kontrakan dan menjadikannya sebagai tempat tinggal beserta tips bagaimana menyiasati tinggal di hunian kontrakan dengan nyaman. Segala jenis hunian dapat Anda tempati tergantung dengan budget dan kebutuhan Anda. Akan tetapi jika Anda ingin tinggal di tempat hunian yang rasanya sama seperti tinggal di rumah pribadi, rumah kontrakan dapat menjadi solusi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *