Sejarah Palestina  Beserta Tokohnya dalam Konflik dengan Israel

Saat ini Palestina dan Israel adalah negara yang mendapatkan perhatian lebih dari berbagai negara. Hal ini tidak lain tidak bukan karena Palestina adalah negara yang sedang dijajah  atau direbut oleh Israel. Kedua negara ini telah berkonflik dari pertengahan abad ke-20 hingga saat ini dan tidak pernah selesai. Tentunya konflik antara Palestina dan Israel ini ada akar pemicunya. Maka dari itulah perlu diketahui sejarah Palestina dan Israel ini berkonflik. Setelah Anda mengetahui sejarah ini, Anda pastinya bisa mengetahui penyebab dari konfik yang tidak pernah selesai ini hingga membuat banyak nyawa melayang terutama dari masyarakat Palestina. Selain Anda harus mengetahui sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik ini, Anda harus mengetahui pula tokoh-tokoh dari Palestina yang berjuang untuk memperjuangan negaranya.

Sejarah Palestina dalam Konfliknya dengan Israel

Dalam sejarah Palestina dan Israel berkonflik ini, negara-negara di dunia sudah berusaha mendamaikannya. Tercatat sudah lima kali usaha perdamaian dilakukan untuk mendamaikan kedua negara tersebut dalam waktu 80 tahun terakhir. Namun memang hingga saat ini belum mencapai kata damai dan bisa dibilang semakin parah lagi kekuasaan Israel di Palestina. Untuk itulah silahkan ketahui bagimana sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik ini. Agar lebih memudahkan Anda mengetahui sejarah tersebut, maka akan digunakan point-point timeline. Adapun timeline sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik adalah sebagai berikut:

  1. Perebutan Wilayah Tahun 1937 antara Arab dan Yahudi

Sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik dimulai ketika adanya perebutan wilayah tahun 1937 antara Arab dengan Yahudi. Lord Peel yang merupakan seorang diplomat Inggris mencaritahu mengenai penyebab dari konflik ini.  Hasil yang didapatkan setelah selama beberapa bulan melakukan penyelidikan, dapat disumpulkan bahwa penyebabnya adalah satu daerah sama yang mana Arab dan Yahudi ingin memerintahnya. Dalam upaya penyelesaian konflik tersebut, akhirnya Peel mengeluarkan Two States Solution alias deklarasi perdamaian yang menandai terbentuknya resolusi dua negara. Isi dari deklarasi tersebut adalah Yahudi mendapatkan 20% dari wilayah tersebut lalu mulai mendirikan negara Israel, sementara orang Arab mendapatkan sebanyak 80% tanah yang telah jadi perebutan ini. Namun dalam perjanjian tersebut, kubu Arab menolaknya.

pexels,com
  1. Pembentukan Rencana Partisi Tahun 1947 oleh PBB

Oleh karena konflik yang  tidak kunjung selesai, akhirnya PBB mencoba menangahinya yang menjadi babak baru dalam sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik. PBB mengusulkan adanya partisi atau yang lebih dikenal dengan pembagian wilayah. Dari hasil yang didapatkan, daerah yang diperebutkan ini  sebanyak 50:50 akan dibagi. Kembali lagi-lagi pihak Arab menolak keputusan ini padahal sebanyak 72% suara telah berpihak pada keputusan ini.  Walaupun diterima oleh mayoritas audience, penolakannya didukung oleh Mesir yang merupakan salah satu negara besar. Dampaknya adalah Liga Arab mulai untuk menghancurkan Israel. Dengan lama pertempuran selama 9 bulan, penghacuran tersebut tidak berhasil karena Israel berhasil mengalahkan Liga Arab seacara telak.  Oleh karena kekalahan ini, daerah yang sudah dibagi rata ini diambil alih secara paksa oleh Isarel dan hanya menyisakkan wilayah Gaza yang wilayahnya ini masih adminisrasi Mesir kuasai. Bukan hanya wilayah Gaza saja, tetapi juga wilayah  Yerusalem dan tepi barat yang berada dalam genggaman administrasi Yordania. Bila dihitung sebanyak 78% wilayah Palestina berhasil dikuasai Israel lalu ¾ rakyat Palestina mengungsi. Akibat dari perang tersebut pula terjadi pembantaian secara besar-besaran berhasil dilakukan Israel kepada Palestina  dengan total sebanyak 33 lokasi pembantaian.

  1. Keluarnya Persetujuan “The Three No’s”

Tahun 1967 di Sudan, digelar pertemuan Liga Arab yang berhasil mengeluarkan persetujuan “The Three No’s”, isinya adalah dengan Israel tidak ada perdamian, tidak ada pengakuan dan tidak ada negosiasi. Keputusan ini keluar karena kekalahan Liga Arab akan Israel dalam Perang Enam Hari.  Akibat kekalahan perang tersebut wilayah Palestina menjadi seperti sekarang ini yang mana banyak dikuasai Israel tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. Maka dari itulah apabila Anda sekarang melakukan wisata Palestina jangan heran apabila wilayahnya saat ini sangatlah sempit karena sudah diambil Israel. Padahal pada Perang Enam Hari ini, pasukan Israel jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan pasukan Liga Arab.

pexels,com
  1. Pertemuan Camp David

Sejarah Palestina dan Israel berkonflik kembali berlanjut lagi dengan digelarnya pertemuan camp david tahun 2002 silam. Pertemuan tersebut digelar di Camp David, Amerika Serikat. Tujuan dari digelarnya pertemuan ini tentunya untuk menemukan jalan keluar ataupun titik tengah dari konflik berkepanjangan antara kedua negara tersebut. Perdana Mentri Israel benama Ehud Barak memberikan beberapa janji dalam pertemuan tersebut. Beberapa janji tersebut antara lain adalah Palestina yang bisa menguasai keseluruhan wilayah Gaza, Israel yang mengakui Palestina, sebanyak 94% wilayah tepi barat bisa dikuasai oleh Palestina secara penuh dan ibu kota Palestina menjadi Yerusalem Timur. Namun, ternyata Yasser Arafat yang merupakan ketua organisasi pembebasan Palestina menolak semua usulan tersebut. Oleh karena penolakan inilah pertemuan camp david selama 14 hari berakhir dengan tangan hampa.

  1. Pengungsian 4 Juta Rakyat Palestina

Pada tahun 2004, tercatat dalam sejarah dari Palestina dan Israel berkonflik semakin menengangkan lagi. Hal ini terjadi karena memang serangan Israel semakin masif lagi kepada Palestina. Aksi militer tentara Israel yang menyerang tepi baratlah yang menyebbakan hal tersebut. Akhirnya pasukan tentara Israel berhasil menduduki wilayah Gaza, Lebanon, Suriah dan Yordania.

  1. Lanjutan Perundingan antara Israel dan Palestina

Setelah beberapa pertemuan dan perjanjian antara Palestina dan Israel ini digelar dan tidak menghasilkan apa-apa malah justru Israel yang semakin berkuasa, maka diadakan lagi perundungan berikutnya. Tepatnya pada  tahun 2008, Ehud Olmert PM Israel  dengan Palestina kembali melanjutkan perundingan.  Disini, Israel kembali mengubar-umbar janjinya yang mana akan memberikan tambahan daerah kepada Palestina. Namun seperti pada perundingan lainnya, Palestina kembali menolak. Kali ini yang menolak adalah Presiden Palestina Mohamoud Abbas.

  1. Penyerangan Gaza 2014

Wilayah gaza yang sedari dulu menajdi tempat perebutan antara Israel dan Palestina ini memang sudah tidak heran lagi terjadi baku tembak. Salah satu yang paling besar adalah pada bulan juni 2014 dimana Israel kembali menyerang Gaza. Alasan yang digunakan adalah pembasmian terhadap kelompok Hamas yang merupakan militan dari Palestina dan juga dituding sebagai teroris.

v

Tokoh Penting dalam Sejarah dari Palestina dan Israel

Dalam sejarah Palestina dan Israel berkonflik, terdapat beberapa tokoh penting dari Palestina yang gencar memberikan perlawanan kepada Israel. Tokoh-tokoh inilah yang memperjuangan kedaulatan dan kemerdekaan agar bisa didapatkan oleh Palestina. Berbagai hal bahkan nyawa pun dipertaruhkan oleh tokoh sejarah dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel. Jasa-jasa yang dipunyai para  tokoh ini tidak perlu diragukan lagi. Berikut adalah beberapa tokoh sejarah penting dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel yang harus Anda ketahui:

  1. Yasser Arafat

Yasser Arafat adalah tokoh sejarah penting dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel pertama yang paling berpengaruh karena dirinya adalah mantan presiden dari Palestin. Yasser lahir di Kairo Mesir dari pasangan Palestina pada 24 Agustus 1929. Ia berkuliah di Universitas King Fuad Kairo untuk mendalami ilmu Zionisme dan Judaisme. Hal ini membuat Yasser semakin menjadi nasionalis Arab dengan bukti ia rela meninggalkan sejenak kuliah lalu pergi ke Palestina untuk bertempur. Semenjak pulang dari pertempuran ini, di kampus ia membentuk organisasi mahasiswa bernama Union of  Palestinian Student. Selain itu, Yasser juga mempunyai gerakan PLO alias People Liberation Organization yang mempunyai dukungan yang banyak. Israel banyak menggempur PLO ini sehingga harus berhijrah ke Tunisia.  Yasser mendapatkan hadiah Nobel atas negosiasi di Oslo yang dilakukkannya pada tahun 1994. Lalu semenjak itu, ia aktif membela Palestina lewat jalan perdamaian. Yasser selama hidupnya aktif terlibat dalam berbagai perundingan bersama Israel guna mengakhir konflik yang berkepanjangan ini. Yasser wafat pada 11 November 2004 pada usia 75 tahun setelah Israel mengisolasinya secara penuh di  Ramallah yang merupakan rumahnya sendiri.

  1. Sheikh Ahmed Yassin

Tokoh sejarah penting dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel kedua adalah Sheikh Ahmed Yassin.  Ia merupakan seorang  pendiri Hamas dan juga merupakan imam di Palestina. Yassin lahir di Al-Jura pada 1 Januari 1937. Ketika kecil ia harus mengungsi ke Gaza setelah pasukan tentara Isarel berhasil menguasai rumahnya. Nah, ketika mengungsi tersebut, ia mengalami cidera parah karena bergulat dengan temannya sehingga ia menggunakan kursi roda selama hidupnya.  Ia banyak membaca buku-buku yang bertemakan politik, agama, ekonomi, filosofi dan sosiologi sehingga pengetahuan yang didapatkan ini membuatnya menjadi pembicara terbaik di Gaza.  Saat intifada yang pertama, Ahmed Yassin dan Abdel Aziz al-Rantissi mendirikan Hamas. Perjuangannya untuk mencapai kemerdekaan Palestina selalu tercatat dalam sejarah walaupun harus menggunakan kursi roda. Sebenarnya awal dari kelompok hamas  ini disebutkan sebagai sayap paramiliter. Perlu diketahui bahwa Israel sangatlah membenci kelompok hamas dan bertekad untuk membasminya. Maka dairi tulah pada 22 Maret 2004,  Ahmed Yassin meninggal karena serangan rudal dari Israel ketika hendak shalat subuh.

pexels,com
  1. Abdul Aziz Rantissi

Seperti yang telah disebutkan bahwa Abdul Aziz Rantissi ini merupakan salah satu dari pendiri Hamas. Untuk itulah dirinya masuk dalam salah satu tokoh sejarah penting dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel. Semenjark Ahmed Yassin sahabatnya ini meninggal, Rantissi lalu mengambil kursi kepeminpinan Hamas.  Kemudian yang dilakukannya adalah memanggil ribuan pendukungnya yang terdapat di Gaza untuk mengumumkan perang terhadap Israel sekaligus sekutunya yakni Amerika Serikat. Rantissi pernah mengatakan bahwa ia lebih memilih meninggal karena ditembak oleh orang Israel daripada terkena penyakit jantung. Tak lama berselang akhirnya setelah kematian Ahmed Yassin, Rantisi ditembak dengan banyak sekali peluru.

Lewat sejarah Palestina dan Israel yang berkonflik yang dijelaskan menggunakan timeline point penting ini, tentunya membuat Anda semakin paham akan akar permasalahan yang ada. Lalu setelah itu melalui tokoh sejarah penting dari Palestina dalam konfliknya dengan Israel yang telah disebutkan pula, Anda bisa mengetahui perjuangan Palestina yang tidak mudah untuk mewujudkan perjuangannya. Untuk itulah jangan sampai Anda melewatkan informasi penting mengenai sejarah dan tokoh Palestina dalam konfliknya bersama Israel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *